Liputan Kegiatan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Labschool Jakarta 2025

cut aerilyn bellvania kirana - 8C - 08




Liputan Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Labschool Jakarta

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momen penting yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman tentang sejarah Islam, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah. Pada tahun ini, SMP Labschool Jakarta kembali menyelenggarakan acara Maulid Nabi dengan meriah dan penuh makna. Acara ini dihadiri oleh para guru, staf, siswa, dan sejumlah tamu undangan.


Persiapan dan Suasana Sekolah

Sejak pagi, suasana SMP Labschool Jakarta tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Di area aula utama, para siswa Rohis dan OSIS telah bekerja sama menata kursi, panggung, dan dekorasi bertema Islami. Banner bertuliskan “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Meneladani Perjuangan Rasulullah” terpasang rapi di panggung utama. Hiasan sederhana berupa kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dan bunga-bunga segar memperindah ruangan.

Para siswa datang mengenakan pakaian rapi—siswi dengan kerudung warna senada, dan siswa dengan koko putih atau batik islami. Guru-guru dan staf sekolah turut memeriahkan acara dengan mengenakan busana muslim. Wajah-wajah antusias terlihat dari para peserta didik yang sudah menempati tempat duduk mereka sambil bercakap-cakap ringan, menunggu acara dimulai.


Pembukaan Acara

Sekitar pukul 08.00 WIB, MC dari tim Rohis membuka acara dengan salam penuh semangat. Suasana langsung hening ketika lantunan basmalah dikumandangkan bersama-sama. MC menyampaikan bahwa acara Maulid Nabi ini diselenggarakan untuk mengenang kelahiran dan perjuangan Rasulullah SAW, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para siswa.

Setelah pembukaan, hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air. Lagu ini dinyanyikan dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap berjalan berdampingan dengan keimanan.


Sambutan Kepala Sekolah: Ibu Yati

Bagian pertama dari rangkaian acara adalah sambutan dari Kepala SMP Labschool Jakarta, Ibu Yati. Dengan mengenakan busana muslimah berwarna hijau pastel, beliau naik ke podium dengan senyum ramah. Dalam sambutannya, Ibu Yati menyampaikan rasa syukur karena acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh seluruh keluarga besar sekolah.

Beliau menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

“Rasulullah bukan hanya teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak mulia, kepemimpinan, dan perjuangan menegakkan kebenaran. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi ini, kita semua, terutama para siswa, semakin termotivasi untuk meneladani sifat-sifat beliau, seperti jujur, amanah, sabar, dan peduli sesama,” ujarnya.

Ibu Yati juga mengajak para siswa untuk tidak hanya merayakan Maulid Nabi secara seremonial, tetapi menjadikannya momentum untuk memperbaiki diri. Sambutan beliau disambut tepuk tangan hangat.


Sambutan Ketua BPS: Pak Joko

Sesi berikutnya adalah sambutan dari Pak Joko selaku Ketua BPS (Badan Pembina Sekolah). Meski sebagian peserta belum terlalu mengenal beliau, sambutan Pak Joko terasa akrab dan membangkitkan semangat. Dalam pidatonya, Pak Joko mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyiapkan acara dengan baik.

Beliau menyoroti pentingnya semangat kebersamaan dalam memperingati hari besar Islam.

“Rasulullah SAW mengajarkan kita tentang persatuan dan kerja sama. Di tengah tantangan zaman modern, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sangat penting untuk kita pertahankan. Peringatan Maulid ini adalah wujud nyata bahwa sekolah kita tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membina karakter dan iman,” kata Pak Joko.

Beliau menutup sambutannya dengan doa agar seluruh keluarga besar SMP Labschool Jakarta senantiasa diberkahi dan dijaga dalam persatuan.


Pembacaan Doa oleh Organisasi Rohis

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu anggota Rohis. Dengan suara tenang dan khusyuk, doa dibacakan memohon keberkahan bagi acara dan kebaikan bagi seluruh warga sekolah. Seluruh peserta menundukkan kepala dan mengangkat tangan, mengikuti setiap lantunan doa. Suasana menjadi hening dan khidmat, menghadirkan rasa damai yang mendalam.


Ceramah Inti oleh Ustadz Dimas Adista

Bagian inti dari acara adalah ceramah oleh Ustadz Dimas Adista, seorang penceramah muda yang dikenal mampu menyampaikan pesan agama dengan gaya yang komunikatif dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar. Ustadz Dimas memulai ceramahnya dengan salam hangat dan sapaan ramah kepada para siswa.

Beliau mengawali dengan kisah singkat tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum kerasulan. Kemudian, Ustadz Dimas menyoroti salah satu tema penting: peperangan Rasulullah dan sejarah perjuangannya. Beliau menegaskan bahwa peperangan yang dilakukan Rasulullah bukanlah untuk mencari kekuasaan, melainkan sebagai bentuk pertahanan diri dan penegakan keadilan.

“Rasulullah SAW adalah sosok yang penuh kasih sayang. Bahkan ketika menghadapi musuh, beliau mengutamakan perdamaian. Perang yang beliau pimpin hanyalah jalan terakhir ketika umat Islam terancam dan hak mereka dirampas,” jelas Ustadz Dimas.

Beliau menceritakan beberapa peristiwa penting, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq, dengan gaya bertutur yang menarik. Setiap kisah diselipkan pesan moral: keberanian, kesabaran, kepemimpinan, dan keimanan. Misalnya, saat menceritakan Perang Badar, Ustadz Dimas menekankan bagaimana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit bisa menang karena kekuatan iman dan doa.

Selain itu, beliau juga mengaitkan perjuangan Rasulullah dengan tantangan generasi muda masa kini.

“Kita mungkin tidak menghadapi perang fisik seperti zaman Rasulullah, tetapi kita menghadapi ‘perang’ melawan kemalasan, ketidakjujuran, dan pengaruh negatif. Teladan Rasulullah mengajarkan kita untuk sabar, berstrategi, dan tetap teguh pada nilai kebaikan,” ungkapnya.

Ceramah tersebut diselingi humor ringan yang membuat para siswa tetap fokus dan terhibur. Beberapa siswa terlihat mengangguk-angguk tanda memahami dan terinspirasi oleh cerita-cerita yang disampaikan.


Interaksi dan Tanya Jawab

Setelah sesi ceramah utama, MC membuka kesempatan tanya jawab. Beberapa siswa mengangkat tangan dengan antusias. Salah satu siswa bertanya tentang bagaimana cara meneladani keberanian Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Dimas menjawab bahwa keberanian bukan hanya tentang menghadapi bahaya fisik, tetapi juga keberanian untuk berkata benar, menolak ajakan yang salah, dan memperjuangkan keadilan meski sulit.

Sesi tanya jawab ini berjalan interaktif dan penuh canda tawa, menciptakan suasana santai namun tetap sarat makna.


Penampilan Shalawat dan Hiburan

Sebagai selingan, tim Rohis juga menampilkan lantunan shalawat yang diiringi hadrah sederhana. Suara merdu para siswa yang bershalawat membuat suasana semakin syahdu. Beberapa guru dan siswa turut bershalawat bersama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat.


Penutup dan Doa Bersama

Menjelang akhir acara, MC kembali naik ke panggung untuk menutup kegiatan. Sebelum benar-benar selesai, Ustadz Dimas kembali memimpin doa penutup. Doa kali ini dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga sekolah, serta agar semangat meneladani Rasulullah terus terjaga dalam hati para siswa.

Seluruh peserta menundukkan kepala dengan khidmat, mengamini setiap kata doa. Setelah doa, MC mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk panitia Rohis, OSIS, para guru, staf sekolah, dan seluruh siswa. Tepuk tangan meriah menandai berakhirnya acara.


Refleksi dan Kesan Peserta

Setelah acara usai, beberapa siswa menyampaikan kesan mereka. Seorang siswi kelas 9 berkata,

“Aku senang sekali ikut acara ini. Ceramah Ustadz Dimas bikin aku lebih paham kalau perjuangan Nabi itu luar biasa. Aku jadi termotivasi untuk lebih rajin beribadah dan jujur dalam keseharian,” katanya.

Seorang guru agama juga menambahkan bahwa acara semacam ini sangat penting untuk memperkuat karakter siswa. Beliau berharap tradisi memperingati Maulid Nabi terus dilestarikan dan dikemas dengan cara yang kreatif agar lebih diminati generasi muda.


Makna dan Harapan

Peringatan Maulid Nabi di SMP Labschool Jakarta bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai kehidupan. Dari sambutan, ceramah, hingga doa bersama, setiap momen mengajarkan tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan semangat meneladani Rasulullah.

Melalui kisah-kisah peperangan yang disampaikan Ustadz Dimas, siswa diajak memahami bahwa keberanian Rasulullah bukanlah tentang kekerasan, melainkan tentang melindungi kebenaran dan keadilan. Di tengah tantangan zaman modern, nilai-nilai itu menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi godaan negatif dan membangun karakter mulia.

Dengan terselenggaranya acara ini, SMP Labschool Jakarta menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pendidikan moral dan spiritual. Semoga semangat Maulid Nabi ini terus hidup di hati setiap siswa dan menjadi inspirasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rangkuman Bab 1: Jaringan Komputer & Internet

Rangkuman Bab 5: Cakap dan Etis Bermedia Digital

Rangkuman Bab 4: Berpikir Komputasional